KATA BIJAK

Manusia dan masalah adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jadi jangan pernah pisahkan dirimu dari ALLAH SWT. Sebab Dialah sebaik-baik penolong manusia dari beragam masalah........
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. kita akan menjadi lebih damai bila yang kita pikirkan adalah jalan keluar masalah.


Selasa, 13 Juni 2017

“Bencana Spiritual Nusantara”

“Bencana Spiritual Nusantara”

kontemplasi di awal tahun

 

“POTRET NEGERI YANG MENYEDIHKAN”

masyarakat yang bingung

di tengah negeri yang membingungkan

 

 

Negeri ini minimal memiliki 6 agama yang diakui pemerintah secara resmi. Banyak sekali khasanah spiritual dalam berbagai media komunikasi langsung dengan ruang publik. Melalui kegiatan sosial, ceramah, dialog, dan berbagai peringatan hari besar keagamaan. Kekayaan ilmu spiritual juga tampak dengan begitu mudahnya kita menemukan bahan bacaan sebagai refensi bagi siapapun yang ingin menggali spiritualitas secara lebih mendalam. Mulai dari tersedianya semua kitab suci agama dan kitab pendampingnya, serta buku-buku religi, bacaan ringan, makalah, artikel di media masa, majalah, tabloid, televisi, dan forum diskusi. Sangat banyak ! Tetapi mengapa negeri ini memiliki “predikat” yang sangat fantastis bikin malu. Yakni negeri paling korup, negeri penuh musibah dan bencana, termasuk negeri resiko besar penyakit AIDs, negeri pembalakan liar (illegal logging), negeri tempat berpestanya para penyeludup dalam negeri-luar negeri, bahkan sebagai ngeri konsumen sekaligus produsen narkoba, negeri generasi penerus “budaya” narkoba dengan 1,1 juta pelajarnya “maem” narkoba.

Tidak cukup itu saja, negeri ini masih mengkoleksi berbagai predikat sebagai negeri yang “indah” untuk dunia perselingkuhan, pelecehan sexual, dan gudang segala bentuk permesuman. Malah akhir-akhir ini mendapat stempel tambahan sebagai negeri yang kaya akan terorisme, bangsa yang gampang terpancing emosi, gampang diadu domba dan disulutapi provokator asing dan dalam negeri sendiri. Negeri yang penuh dengan intrik dan skandal politik, tunggang menunggang, hingga negeri penuh suap, kolusi, dan nepotisme. Membanggakan sekali ya ?

Mengapa bisa terjadi nasib sedemikian tragis menimpa negeri ini ? Benarkah negeri ini sudah menjadi tanah harapan para pemuja setan (nafsu) ? Benarkah tuduhan bahwa negeri ini sarangnya para si kapir si kopar seperti sering dituduhkan itu ?

Tapi, coba kita berfikir sederhana, sebelum mengambil kesimpulan tersebut. Kapir menurut pengetahuan saya, adalah orang yang nggak punya agama atau nggak percaya jika Tuhan itu ada. Masihkah ada orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, sekalipun manusia yang sangat jahat. Kok rasanya nggak ada ya ? Apa masih ada orang jahiliyah sekarang ini ? Karena negeri ini sudah terlanjur kondang di seantero jagad dunia manusia sebagai negeri yang agamis dan punya toleransi serta kerukunan beragama yang sangat ideal. Bangga sekali saya dengan “mimpi” ku ini. Biarpun kebanggaan ini kurasakan saat aku lelap tertidur.

Ketika aku bangun, terusik lagi dengan pikiran dunguku, jangan-jangan yang membanggakanku tadi hanyalah fenomena paradoksal bahwa  masyarakat kita yang merasa ke-GR-an sudah berilmu pengetahua luas dan spiritual tinggi. Jangan-jangan malah tingkat spiritualnya masih sebatas kulitnya saja ? Jika memang begitu adanya, berarti negeri ini mengalami peristiwa“spiritualis mati di lumbung ilmu spiritual”. “Pak profesor semaput kekenyangan makan buku“. Jangan-jangan tokoh dan masyarakat kebanyakan berlomba mengaku-ngaku, mengklaim, dan merasa “GR” ilmunya sudah mumpuni, spiritualnya sudah tinggi dapat melihat Tuhan sehingga omongannya harus dituruti, nasehatnya kudu didengar, perintahnya mampu mengubah nilai kharam-khalal, kemurkaannya dapat membuat dan menentukan dosa-pahala bagi orang lain, lalu merasa paling soleh, paling terpuji, paling baik, paling bener. Karena itu orang yang tidak sejalan dengan nafsu pikirannya,  serta merta disumpah menjadi kapir.

Dugaanku “prasangka buruk” ini tidak terlalu su’udhon (buruk), karena prasangka tersebut mirip sekali dengan ciri khas orang bodoh, yang hanya menguasai “KULIT“nya saja. Jika bener, pengetahuannya yang  sebatas KULIT itu bisa berbahaya sekali, karena potensial menimbulkan bentrokan dan perpecahan bangsa. Kalau nggak salah, pengetahuan KULIT inikayaknya sepadan dengan pelajaran SD ya ?. Nah…orang lupa atau nggak menyadari diri, jika tugasnya masih harus melanjutkan “sekolah” hingga setinggi-tingginya…! Bila hidup ini diumpamakan makan kelapa, orang harus menuntaskan hingga tak bersisa. Makan Kupas kulitnya dulu, lalu tempurungnya, nah dibalik tempurung itu ada daging kelapanya yang gurih. Tapi jangan keenakan makan daging kelapa saja..bisa cacingen lho, tugas kita adalah menuntaskan hingga minum air kelapanya. Air yang bening, menyegarkan dahaga spiritual. Air yang universal, enggak mengharuskan salah satu agamabahan pewarna dalam pencapaian spiritual, air universe  yang bening tapi memiliki rasa, yakni rasa kenikmatan dan anugrah Tuhan. Jangan-jangan air itu yang namanya hakekat ya ? Mungkinkah..negeri ini penuh dengan orang yang mengalami semaput akal-nuraninya karena kekenyangan makan kulit ? Kayaknya bisa jadi ya..

 

KIRA-KIRA SALAH SIAPA YA ?

Kalau dilihat dari gerak-geriknya kebanyakan orang sepertinya sedang mengalami kebingungan pula, setiap mau menjelajah ke dalam ruang spiritual yag lebih tinggi lagi, selalu ditakut-takuti..misalnya; Bahaya ! bisa tersesat, bid’ah, syirik, dan musyrik. Ada lagi alasan yang diharuskan; harus dituntun guru. Padahal sudah sekian banyaknya ilmu spiritual yg dibukukan, ditulis dalam makalah, naskah, forum diskusi, tayang di internet..semua itu kayaknya bisa mengganti peranan guru kan ? Mungkin, mungkin lho ya…, mungkin ketimbang mendapat resiko sesat, lalu orang lebih memilih tetap stagnan, mandeg dalam kebodohan, bahkan konon katanya ada hewan orang “hilang akal” mengkritik negeri ini dibilangnya lebih menikmati ke-jahiliah-an ketimbang harus mencoba dan berusaha menggapai spiritualitas yang lebih baik. Nggak tahu lah saya juga salah satu di antara rakyat negeri bingung yang sedang bingung. Tapi “khayalanku”, ada kesan bahwa orang lebih baik jahiliah ketimbang sesat. Lebih menikmati kulitnya (sekalipun mengandung kolesterol), ketimbang dagingnya (yang banyak mengandung gizi).  Wahduh..kalo gitu siap-siap saja, jika kita semua tidak segera suntik vaksinasi, atau berobat, atau minum jamu dan makan makanan bergizi tinggi, maka negeri ini bisa menemui azali ajal, dengan siksaan sekarat terlebih dulu karena mengalami gizi (spiritual) yang buruk. Lalu apa kira-kira solusinya..?

Minggu, 04 Juni 2017

Etika, sudah mulai lapuk di negeri ini

Etika, sudah mulai lapuk di negeri ini ...

Setiap orang di dunia ini  merindukan rumah, tempat dimana mereka akan pulang, tempat dimana orang-orang yang mereka sayangi berada. Pada hakikatnya, rumah bukan semata tempat  yang berbentuk bangunan segi empat atau bertingkat - tingkat. 

Tapi  rumah yang kita rindu kan itu sebuah rumah yang dibangun dengan cinta dan kasih sayang, juga rasa saling menghormati dan menghargai serta saling bahu membahu untuk semua kepentingan hidup bersama, apakah di rumah itu berdiam sahabat, saudara, kekasih, suami, istri, anak, adik, kakak, maupun orang tua kita sendiri. Rumah yang kita rindukan itu sebuah tempat yang telah memberi contoh pengajaran tata cara ber etika dan mengajarkan nilai luhur kekeluargaan.  Etika yang  merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut pandang budaya, susila dan agama lalu  terintegrasi  yang ujungnya bermuara kepada bentuk  jati diri penghuninya. Etika ini biasa disebut juga adat, kebiasaan atau kesepakatan bersama sebagai  pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota keluarga  tentang apa yang dinilai baik dan buruk  di masyarakat sekitarnya.

Contoh etika yang umum kita perhatikan di dalam rumah seperti, mengucap salam, merendahkan suara saat berbicara dengan orang tua, meminta maaf jika lakukan kesalahan dan lain sebagainya. Kesemua aktifitas yang menjadi kebiasaan baik ini  berlaku dari generasi ke generasi menjadi budaya sebuah kelompok masyarakat yang berkembang dari rumah yang kita rindukan selama ini menjadi tradisi  yang selalu di informasikan atau diajarkan secara berkelanjutan.

from ; academyofautomotiveexcellence,comJika rumah kita analogikan sebagai negara. Dalam beberapa dekade ini kita melihat dan merasakan kondisi kekeluargaan telah mengalami moral hazard seperti  sikap acuh tak acuh terhadap nasib orang lain yang notabene adalah saudaranya sendiri, mungkin kita bisa menyebutkan bahwa rasa kekeluargaan yang ada di negara kita ini mulai ter gerus dengan nilai budaya yang tidak lagi mencerminkan kebersamaan, terlihat dari cara kita menghargai nilai etika dan kesepakatan yang tidak tertulis itu sebagai pedoman yang harus dipatuhi bersama tentang apa yang dinilai baik atau buruk dari sisi nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum. Oleh karena itulah penulis merasa perlu untuk menganalogikan antara negara dengan sebuah rumah tangga dalam arti kita lebih bisa melihat secara sederhana apa yang sedang terjadi dalam kehidupan bernegara saat ini.

Kita semua paham, bahwa di dalam keluarga itu ada ayah, ibu, dan anak. Kemudian ada juga keluarga lain yang juga tercatat sebagai anggota keluarga. Tugas-tugasnya pun secara tertulis atau tidak tertulis sudah sangat jelas. Seperti misalnya ayah bertugas memberikan nafkah keluarga, memberi rasa aman, dan memberikan rasa keadilan terhadap semua anggota keluarga. Kemudian ibu bertugas untuk mengelola jalannya rumah tangga, menjadi wakil dari ayah ketika beliau sedang tidak ada di rumah, dan menjadi pelengkap kekurangan ayah dalam ke pemimpinan nya. 

Sedangkan anak, sebelum ia berkeluarga, berkewajiban untuk patuh terhadap peraturan yang ada di rumah tersebut, menjadi kebanggaan keluarga, dan juga berhak mendapatkan perlindungan dari ayah dan ibu mereka. Secara sederhananya dari semua anggota keluarga tersebut harus saling menjaga dan melindungi. Jika satu anggota sakit maka sakitlah anggota keluarga yang lain begitu juga sebaliknya. Idealnya seperti itu.

Dalam kehidupan sebuah keluarga, akan sangat malu kalau mendapati salah satu dari anggota keluarganya yang tersangkut masalah berperilaku buruk  seperti “mencuri, menipu orang atau menyakiti orang lain“. Karena orang yang ada di dalam keluarga tersebut pasti akan berfikir beberapa kali tentang nama baik keluarganya ketika ia akan melakukan hal-hal yang buruk dan tidak lazim di dalam masyarakat.Begitu juga dalam kehidupan bernegara. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat itu berfungsi selayaknya bagai orang tua ( Ayah dan Ibu ) secara normatif harus mampu melindungi, mengayomi dan menjamin rakyatnya bisa hidup adil sejahtera lahir dan batinnya.  

Tak pernah terbayangkan ,ketika masalahnya kemudian muncul ketika  Dewan Perwakilan Rakyatnya (Ibu) tidak sepenuh hati untuk memenuhi tugas dan janjinya. Dengan kata lain acuh terhadap kepentingan rakyatnya, menganggap bahwa rakyat harus bisa menyelesaikan segala kepentingannya  sendiri dengan berbagai macam dalih, lalu melepaskan tanggung jawabnya dan sibuk mencari kesenangan pribadi dengan mencampuri urusan yang tidak sepantasnya di lakukan dalam arti menyimpang dari kesepakatan tugas dan tanggung jawabnya. 

Hal ini sungguh sangat melukai hati rakyat yang berharap kepada mereka. Malah yang lebih parahnya adalah jika oknum Dewan ini bertindak diluar batas norma kepatutan dan kepantasan yang bisa memberi kesengsaraan pada rakyat dan negara di kemudian hari. Dapat dikatakan  sebagai sikap seseorang yang tidak berempati kepada rakyat yang telah ikhlas memberi kan amanah yang suci namun dibalas dengan sikap tak peduli dalam arti hak yang diberikan rakyat di terlantar kan oleh oknum tadi di Dewan Perwakilan Rakyat yang mereka jadikan daulah orang yang dihormati nya. 

Karena seperti kita ketahui bahwa jika orang tuanya saja sudah tidak peduli maka siapa lagi yang diharapkan untuk mengurusi anak negeri ( rakyat ). Kita semua tak akan rela bila di kemudian hari terlantar dan menjadi budak di negeri sendiri sampai kiamat mungkin.. Kita semua, sebagai rakyat di negeri ini menggugat etika kalian semua itu ada dimana ???.yang seharusnya menjadi pengawal moral bangsa yang dapat dijadikan panutan untuk menghargai budaya bangsa yang luhur itu .

Kita berhak untuk bertanya kepada mereka ini .."Masih adakah etika dan rasa malu itu di hati mu wahai senator ??? atau etika itu sudah mulai lapuk di negeri ini...".

Rabu, 24 Mei 2017

BERHENTI MENGELUH & MULAI BERSYUKUR

SEBUAH RENUNGAN MINGGUAN 71 YES ON ENERGI
Bersama Aki/Abah

BERHENTI MENGELUH & MULAI BERSYUKUR


Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau Anda termasuk orang yang suka mengeluh maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang Anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan menguras energi Anda dan menciptakan perasaan negatif yang tidak memberdayakan diri Anda.

Coba tanyakan diri Anda apabila seandainya, Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu mengucapkan kata-kata positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Saya yakin jawaban Anda adalah teman yang pertama, karena pada dasarnya semua orang senang berhubungan dengan orang-orang positif yang kata-katanya membangun, menghibur, menguatkan.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita sering mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Dan Anda perlu sadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Jadi cara mengatasinya sebenarnya mudah kita hanya perlu belajar bersyukur dalam segala keadaan yang kita hadapi.

Sebagai contoh, jika Anda sering mengeluh dengan pekerjaan Anda, Anda perlu tahu berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia saat ini? Menurut informasi hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak punya pekerjaan, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena jalanan sering macet saat Anda mengemudi, untuk hal ini ketahuilah bahwa ada jutaan orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi seperti Anda.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Sinta, Sinta''. Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Sinta'.' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuni lain itu terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Sinta, Sinta". Orang ini juga punya masalah dengan Sinta? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, '' Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu''.

Percayalah bahwa di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Para ahli psikologi mengatakan "Sikap bersyukur adalah emosi yang tersehat". Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga berkata, "Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini". Yang menarik adalah Anda selalu dapat memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau bersyukur.

Ada cerita mengenai seorang pengusaha yang terbangun di sebuah rumah sakit dan istrinya yang setia sedang mendampinginya menjalani perawatan. 
Pria ini berkata pada Istrinya, "Kamu tahu waktu pertama kali kita menikah usaha kita bangkrut dan Engkau ada di sisiku, setelah itu di tahun kedua pernikahan kita harta benda yang telah aku kumpul buat masa depan keluarga kita lenyap dicuri orang namun Kamu masih tetap setia menemaniku. Selanjutnya lagi saat rumah yang telah kita cicil mengalami kebakaran Engkau pun di sisiku juga. Melalui semua itu Kamu selalu di sisiku". 
Istrinya menjawab, "Ya aku akan selamanya setia berada di sisimu suamiku dalam keadaan apapun". 
Pengusaha ini berkata, "Sekarang aku terbaring lemah di rumah sakit, Kamu tetap ada di sisiku". 
Ia menjawab, "Pasti, aku selalu bersedia ada di sisimu". 
Kemudian pengusaha ini berkata lagi, "Makanya sekarang aku mulai berpikir bahwa kehadiranmulah yang menjadi pembawa semua kesialan ini".

Herannya ada orang-orang tertentu yang memang tidak paham bagaimana cara bersyukur dan orang-orang seperti ini kelihatannya tidak pernah dapat melihat sesuatu hal yang baik ataupun positif karena pandangannya cuma tertuju pada hal yang buruk.

Mulai ambil waktu untuk bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang Anda alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan.

Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh, coba beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan kembangkan sikap penuh syukur lalu lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

Rabu, 02 November 2016

Belajar Cinta


Izinkan Saya Belajar Cinta

Izinkan saya kali ini bicara tentang cinta. Bukan menggurui tentang cinta. Tetapi ingin belajar tentang cinta. Walau kalimatnya tak seindah pujangga. Walau sentuhannya tak sesyahdu Ibnu Qoyyim. Walau alurnya tak sekuat Ibnu Hazm. Tapi setidaknya saya punya cinta. Dan harus belajar cinta. Untuk terus mengabadikan mekarnya. Agar ia tak mengenal musim.

Saya tahu Romeo dan Juliet bukan tempat belajar yang pas. Karena apalah istimewanya cinta berujung pada petaka. Itu bukan bukti setia, tetapi kepicikan cinta.

Saya juga tahu Qois dan Laila bukan lambang kasih yang sejati. Karena mengapa mencinta harus seperti Qois yang mencintai Laila hingga ia bergelar Orang yang gila Laila (Majnun Laila). Dan apakah ini cinta yang agung itu,

Aku melewati negeri, negerinya Laila........aku ciumi dinding demi dinding
Bukanlah cinta negeri yang memenuhi hatiku.....tetapi cinta yang menempati negeri itu

Tapi izinkan saya belajar dari dua ulama besar tentang bagaimana bercinta. Ulama yang biasa menggores pena ilmu, kini menguntai syair cinta. Ibnu Qoyyim dan Ibnu Hazm.

Ibnu Qoyyim (w: 751 H), sebuah nama yang mengkhabarkan kepiawaian di berbagai bidang ilmu. Fikih, aqidah, hadits, tafsir, hinggaaaa....cinta. Sebuah buku tentang cinta yang ditulis mengayun-ayun kita. Raudhatul Muhibbin (taman orang-orang bercinta). Begitulah, kita diajak Ibnu Qoyyim berjalan-jalan di taman tempat orang-orang memadu cinta. Dua perpaduan yang serasi. Damainya taman dengan dominasi warna hijau dan damainya cinta dengan dominasi warna kesejukan.

Mari  kini kita biarkan Ibnu Qoyyim mulai mengalun bersama simponi cinta,
Cinta sebuah nama yang sulit dipahami, tetapi begitu kuat menggelayut di hati.”

Ibnu Qoyyim mengungkap dahsyatnya cinta. Setidaknya, kemampuan dia menemukan 60-an nama untuk cinta membuat dia berkesimpulan, 
Kebiasaan mereka membuat banyak nama untuk sesuatu, jika sesuatu itu sulit dipahami atau besar bahayanya bagi hati sebagai bentuk: pengagungan baginya atau perhatian baginya atau cinta padanya. Untuk yang awal seperti singa dan pedang. Untuk yang kedua seperti kecerdikan. Untuk yang ketiga seperti khamar (minuman keras). Dan ketiga hal ini semuanya ada pada cinta. Maka mereka memberikan hampir 60 nama untuk cinta.”

Ibnu Qoyyim ingin menghadirkan kepada kita betapa agungnya cinta. 60 nama untuk cinta adalah salah satu buktinya. Jika singa dan pedang yang juga mempunyai banyak sebutan, hanya karena orang Arab mengagungkan dan mengaguminya. Jika kecerdikan yang banyak mempunyai nama, karena orang Arab begitu perhatian padanya. Jika khamar yang bisa menjelmakan dirinya dalam berbagai nama, karena orang Arab mencintai dan menyenanginya.

Maka cinta lebih dahsyat dari semuanya. Cinta begitu diagungkan. Cinta begitu diperhatikan. Cinta begitu dicintai. Ehm...

Kalau Ibnu Qoyyim mendayu-dayu bersama alunan riak cinta, mungkin bukan hal yang aneh. Tak begitu mengejutkan. Betapa Ibnu Qoyyim adalah ulama multi talenta. Perhatikanlah untaian kata-katanya. Apapun ilmu yang sedang dibahasnya, kalimatnya selalu dibalut kelembutan cinta dengan kedalaman makna sedalam cinta menyelami sepanjang hidupnya.

Nuansa dan filosofi cinta selalu bisa dirasakan pada setiap goresan pena Ibnu Qoyyim. Jadi bukan hal yang tiba-tiba, jika dia membangun taman-taman orang bercinta.

Ibnu Qoyyim telah menebar cinta dari arah timur. Ternyata 3 abad sebelumnya, cinta itu telah bersemi di hati Ibnu Hazm (w: 456 H) dari arah barat. Andalus menjadi saksi itu.

Ada yang sangat menggelitik. Bukan sekadar Ibnu Hazm yang menulis buku tentang cinta. Tetapi kenalilah dulu seorang Ibnu Hazm. Ibnu Hazm telah membuat dunia mengecam dia. Lisan dan penanya yang sangat tajam cenderung kasar terhadap ulama lain. Sehingga membuat Abu al-Abbas Ibnu Arrif berkata, “Lisan Ibnu Hazm dan pedang al-Hajjaj dua bersaudara.”

Al-Hajjaj, siapa yang tidak tahu. Penguasa dzalim yang telah menumpahkan ratusan ribu darah muslimin. Bahkan di antara mereka ada shahabat Rasulullah. Ibnu Hazm telah disejajarkan lisannya dengan al-Hajjaj. Ibnu Hazm di tengah pujian para ulama atas kemampuan dan kecerdasannya, dia dikritik atas lisan yang tajam terhunus kepada para ulama yang berseberangan dengannya.

Di sinilah uniknya. Ternyata kerasnya lisan tidak membuat Ibnu Hazm sanggup menghalau serbuan cinta yang meminta untuk disampaikan. Lahirlah dari tangannya sebuah ungkapan tentang cinta. Nama bukunya pun lembut, lembuuut sekalii.....Thauqul Hamamah (Kalung Merpati). Ya, merpati burung lembut itu sering menjadi lambang perdamaian dan cinta hari ini. Dan ternyata sejak Ibnu Hazm dulu.

Lisan yang tajam. Pena menusuk. Tetapi hati tetap lembut ketika berpapasan dengan cinta. Bahasa lisan dan pena Ibnu Hazm harus berubah. Cinta telah mengubahnya. Ibnu Hazm dipaksa bertekuk lutut di hadapan cinta.

Mari kita dengar bahasa lembut Ibnu Hazm mengurai kata cinta,
Cinta –semoga Allah memuliakanmu- awalnya adalah gurauan dan akhirnya adalah keseriusan, terlalu rumit untuk diungkapkan maknanya karena begitu agungnya, tak bisa diselami hakekatnya kecuali dengan penuh kesulitan. Cinta bukan hal yang mungkar dalam agama, tidak pula dilarang dalam syariat.”

Pembahasan cinta yang melibatkan rasa, air mata dengan berjuta warna dan rasa membuat Ibnu Hazm harus mampu mengurai seperti keahlian dia menyampaikan peliknya ilmu fiqih. Ibnu Hazm berhasil. Perpaduan antara dalil yang cenderung tidak mesra dengan pengalaman mengarungi cinta terasa kental berbaur.

Mari kita dengar Ibnu Hazm bicara tentang tanda orang yang sedang jatuh cinta berbasis pengalaman,
Tanda orang jatuh cinta adalah munculnya tanda-tanda yang justru bertolak belakang. Sebongkah es jika lama digenggam dengan tangan akan bekerja seperti api.
Maka kita bisa jumpai dua orang yang telah bertemu dalam cinta dan terikat dalam hubungan yang kuat, justru sering bermarahan tanpa sebab, berseberangan dalam pembicaraan secara sengaja, saling menyerang pada masalah yang sepele, mengincar kata pasangannya yang kemudian dibelokkan artinya. Ini semua adalah pengalaman. 
Bedanya antara hal ini dengan perbedaan dan saling serang yang lahir karena benci adalah perbedaan karena cinta ini akan sangat cepat damai. 

Anda akan lihat dua orang yang sedang jatuh cinta dan terlibat perbedaan tajam, yang bagi orang lain akan memerlukan waktu lama untuk bisa diselesaikan dan cenderung mustahil ditambal lagi, tetapi Anda akan lihat betapa mudahnya mereka berdua kembali dalam kedekatan, dikorbankannya segera sikap saling mencela, gugurnya perbedaan. Mereka berdua bahkan pada saat itu bisa langsung bercanda tawa dan bermesra ria. Begitulah, hal itu bisa terjadi berkali-kali dalam satu waktu. 

Jika Anda melihat ini terjadi antara dua orang, maka jangan lagi ragu, jangan lagi bimbang dan tidak perlu didebatkan bahwa telah terajut cinta yang mereka berdua rahasiakan.”

Cinta, ternyata siapapun yang membicarakannya. Orang seperti Ibnu Qoyyim atau orang seperti Ibnu Hazm. Cinta tetap cinta. Dengan sejuta rasa. Taman penuh warna. Bejana penuh rasa. Cinta tetap cinta. Ibnu Qoyyim yang mengulas atau Ibnu Hazm yang membahas.

Cinta, begitulah kekuatannya. Ia mampu memaksa siapapun tanpa kenal kasta sosial ataupun ilmu. Orang biasa ataupun ulama besar. Jika cinta datang menyapa, ia akan membuat lisan setajam pedang pun berubah menjadi kumpulan untaian kalimat puitis yang sejuk.

Cinta, ia selalu bicara tentang dirinya sendiri. Kosa kata cinta bisa menekuk lutut semua kewibawaan yang dibayangkan oleh orang biasa tentang orang-orang besar seperti ulama.

Rangkaian kisah cinta dari orang-orang besar ini mencoba untuk menguak kehidupan cinta mereka. Dan bagaimana mesin cinta bekerja dengan caranya sendiri pada kehidupan mereka. Akan banyak kejutan dan hentakan-hentakan cinta pada kehidupan mereka. Bedanya, kita akan belajar tentang cinta mulia dan bukan cinta murahan. Karena cinta itu telah bergulat dengan ilmu dan kesholihan. Walau cinta tetaplah cinta. Dengan kisahnya sendiri…

Sebab hati menjadi mati

1.hati sedikit dzikr

SEBAB-SEBAB HATI MENJADI KERAS

20JAN

Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).

Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”

Sebab kerasnya hati adalah :

Hati Berlebihan dalam berbicaraHati selalu Nglakoni kemaksiatan Hati nglalekna kewajibanTerlalu banyak tertawaTerlalu banyak makanHati sering nglakoni  dosaBerteman dengan orang-orang yang jelek agamanya

Agar hati yang keras menjadi lembut
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”

Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :

Kenali Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-NyaMembaca al-Qur’an Merenungi kandungan makna Qur'anBanyak berdzikir kepada AllahMemperbanyak ketaatanMengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orangMengkonsumsi makanan yang halalMenjauhi perbuatan-perbuatan maksiatSering mendengarkan nasehatMengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada AllahMeneteskan air mata ketika berziarah kuburMengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan nerakasumber 2

SEBAB-SEBAB HATI MENJADI KERAS 2

Tidak semua hati manusia  itu mudah menerima nasehat dan kebenaran, inilah yang menjadikan jalan hidup manusia tersesat.  Adapun sebab dari kerasnya hati tidak bisa menerima hidayah adalah karena maskiat dan lalai mengingat Allah, hati yang keras ibarat karang. Sulit menerima kebenaran dan gembira dalam kemaksiatan. tidak jarang kita temukan orang yang gemar maksiat, lalu dinasehati tetapi malah justru membantah bahkan lebih jauh dapat mengolok-olok agama,wal iyadzubillah. Model hati seperti inilah yang dilarang oleh Allah :
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. “(QS. Al-Hadid  ayat 16)
Ibnu Rajab  (736-795 H)seorang ulama hadits, ahli fiqih dan ushul terkemuka, merinci  sebab hati menjadi keras dan sulit menerima hidayah.
1.  Pertama, banyak bicara dan meninggalkan dzikrullah.
Ini disimpulkan dari hadits Rasulullah saw,
"Janganlah kamu banyak bicara kecuali dzikrullah. Sungguh, banyak bicara itu membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah yang berhati keras," (HR Tirmidzi No.2413, Malik dan Baihaqy).
 Dalam riwayat lain, beliau bahkan menyebut hati yang keras sebagai salah satu biang kesengsaraan (HR al-Bazzar, Majma az-Zawaid 10/226).

2. Kedua, banyak tertawa.
Kebiasaan buruk ini menjadikan hati lalai mengingat Allah, sehingga  menjadikan hati  kehilangan ruh dan kesadaran jati diri. Maka tepat, jika Rasulullah saw jauh-jauh hari mengingatkan untuk menghindari kebiasaan yang satu ini.
"Janganlah kalian banyak tertawa, karena hal itu dapat mematikan hati,"(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3. Ketiga, banyak makan.
Apalagi jika yang dimakan itu berupa barang syubuhat (meragukan) atau haram, atau diperoleh dengan cara yang sama. Seorang ulama, Bisyr bin al -Harits, pernah menjelaskan bahwa banyak bicara dan makan merupakan dua penyebab hati menjadi keras. selain menyebabkan hati keras, banyak makan akan menyebabkan badan subur dan besar syahwatnya, inilah "bahan bakar" dari setan untuk melakukan maksiat. sangatlah bijak Rasulullah mengajarkan kepada kita supaya puasa karena dengan puasa nafsu syahwat akan teredam.

4. Keempat, banyak dosa dan maksiat.
Rasulullah saw sangat tepat dalam salah satu haditsnya, ketika mengibaratkan dosa seperti titik hitam yang menempel di hati. Jika pelakunya bertobat lalu meninggalkan kemaksiatannya dan memohon ampun pada Allah, hatinya berubah mengkilat. begitu juga dengan keimanan dapat bertambah dan berkurang dapat bertambah jika senantiasa mengingat Allah, dan berbuat kebaikan dan dapat berkurang dengan lalai mengingat Allah dan senang dengan kemaksiatan.
Jika kemaksiatannya bertambah, bertambah juga titik itu sehingga hatinya menjadi tinggi, sombong dan tak dapat menerima kebenaran(HR Tirmidzi).

CARA MEMBUAT HATI LEMBUT 

Lalu bagaimana membuat hati menjadi lembut dan mudah menerima kebenaran. Ulama-ulama generasi awal mengajukan beberapa resep melembutkan hati, berikut :

1. Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan.
Termasuk di dalamnya, membaca al-Qur'an dan merenungi kandungannya. Dikisahkan dalam "Az-Zuhd" (2/233), seseorang datang kepada Hasan bin Ali mengadukan hatinya yang keras. Beliau lalu menasehatinya, "Lunakkanlah dengan dzikir." Lebih tegas lagi, Yahya bin Mu'adz dan Ibrahim al-Khawwash, menggolongkannya dalam lima penawar hati, yaitu: membaca al Qur'an dan merenunginya, mengosongkan perut, qiyamullail, beribadah di malam hari dan berkawan dengan orang-orang shalih (Al-Hilyah 10/327).  Dzikirlah yang membuat hati menjadi teduh dan tentram, sehingga dapat jernih memandang berbagai persoalan yang dihadapi.
Firman Allah SWT :
 "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram," (QS ar-Ra'd:28).

2. Kedua, berbuat baik pada anak-anak yatim dan fakir miskin.
 Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah saw,
 "Jika anda ingin melunakkan hati anda, sentuhlah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin," (HR Ahmad).

3. Ketiga, banyak mengingat mati.
Merenungkan kematian yang pasti datang menjemput, suka atau tidak suka, akan menyentak kesadaran nurani kita tentang hakikat tujuan hidup sebenarnya. Segala kemegahan dan nilai di mata manusia, menjadi tak berarti. Yang berarti hanyalah nilai kita di mata Allah. Jika begitu, tak ada jalan lain kecuali menuruti aturan-Nya dengan segala keikhlasan'
"Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (mati)," pesan Rasul saw pada umatnya (HR Tirmidzi, Ahmad, Nasa'i dan Ibnu Majah).4. Keempat, menziarahi kubur dan memikirkan keadaan penghuninya.
Hal ini sangat bermanfaat bagi setiap muslim dalam mengevaluasi segala kealpaan diri. Melupakan sejenak segala kesenangan dan kegembiraan duniawi, lalu membenamkan diri dengan mengingat dosa dan kemaksiatan. Untuk selanjutnya, bertaubat kepada Allah, memohon ampunan-Nya dan bertekad tidak mengulang kembali kemaksiatan-kemaksiatan tersebut.
Sabda Rasulullah saw, "Ziarahilah kuburan karena hal itu dapat mengingatkan kalian dengan kematian," (HR Muslim 976, Abu Dawud 3234, Ibnu Majah 1572 dan Ah¬mad 2/441)Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiris

sumber 3

Hati merupakan pengendali manusia, manakala hatinya baik maka ia akan mengarahkan pemiliknya kepada hal-hal yang baik dan menahannya untuk berbuat kemungkaran.  Namun  apabila  hatinya  menjadi keras maka kehidupan
seseorang menjadi tidak terkendali, dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang batil sehingga ia mudah terjerumus ke dalam lembah yang hina, bergelimang dalam dosa dan maksiat.

AKHLAK TERPUJI PERSATUAN DAN KERUKUNAN


PERILAKU TERPUJI PERSATUAN DAN KERUKUNAN

A. Pengertian Persatuan dan Kerukunan
Secara bahasa persatuan diartikan sebagai gabungan (ikatan, kumpulan dan lain sebagainya), beberapa bagian yang sudah bersatu. Sedangkan rukun berarti baik, damai, tidak bertengkar. Kerukunan berarti sebagai hidup rukun, damai dan tidak bertengkar antara warga masyarakat.
Persatuan dan kerukunan sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, sebab terciptanya persatuan dan kerukunan dalam suatu negara akan menjadikan rakyat nyaman dan tenteram dalam bekerja, menuntut ilmu, melaksanakan ajaran agama, melaksanakan pembangunan dan lain sebagaianya. Agama Islam mengajarkan kepada umatnya untuk membina persatuan dan kerukunan. Firman Allah :

Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S.Al Hujurot{49}:13).
Ayat tersebut menegaskan bahwa manfaat diciptakan manusia dengan berbeda-beda suku, bangsa adalah supaya saling mengenal dan memberi manfaat satu dengan yang lannya. 
Pada ayat lain Allah melarang hamba-Nya saling mengolok-olok kaum satu dengan yang lainnya : 

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik ….. ( Q.S. Al hujurot {49} : 11 )

B. Perilaku Persatuan dan Kerukuan dalam Kehidupan Sehari-hari 
Penerapan perilaku persatuan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari dapat digolongkan menjadi tiga yaitu :
1. Kerukunan Umat Seagama
Rasulullah Muhammad SAW diutus oleh Allah bukan hanya untuk bangsa arab saja, melainkan untuk seluruh manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah :

Artinya : “Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua”, ….. (Q.S. Al A’rof {7} : 158 )
Dalam perkembanganya, agama Islam diterima oleh masyarakat yang berbeda suku, bangsa dan budaya. perberbedaan pengetauan dan pemahaman masing-masing suku dan bangsa, mendorong munculnya beberapa aliran dalam agama. Dalam bidang figh terdapat empat madzhab yang sangat populer yaitu ; madzab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Keempat madzhab tersebut masing-masing mempunyai banyak pengikutnya, termasuk bangsa Indonesia. Dalam aqidah terdapat aliran Jabariyah, qodariyah dan Asy’ariyah, dalam organisasi kemasyarakatan Islam ada Nahdlotul Ulama’, Muhamadiyah, Persis dan lain sebagainya. Perbedaan paham tersebut adalah merupakan dinamika umat Islam, sehingga islam benar-benar menjadi rahmatan lil ’alamin. Perbedaan paham bukan menjadi penyebab permusuhan dan perpecahan umat. Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya “ perbedaan pendapat pada umat-Ku hendaknya menjadi rahmat”. Dan Allah SWT berfirman :

Artinya : “ Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku”. ( Q.S. Al Anbiya’ {21} : 92 ).

2. Kerukunan Antar Umat Beragama
Toleransi antar umat beragama telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW kepada para shahabat dan seluruh umat-Nya. Misalnya pada masa selesai peranga badar, pasukan muslim telah berhasil menawan pasukan kafir, banyak para shahabat yang menginginkan tawanan tersebut dibunuh, namun kebijakan Rasul berbeda justru Rasul meminta agar tawanan-tawanan perang itu dibebaskan.
Agama Islam membolehkan umatnya untuk berhubungan denga pemeluk agama lain, bahkan toleransi antar umat beragama sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Batasan toleransi antar umat beragama yang dianjarkan oleh Rosul SAW adalah dalam batasan mu’amalah, yaitu hubungan kerja sama dalam hal kemanusiaan. Sedangkan toleransi yang menyangkut dalam hal ibadah dan aqidah Islam secara tegas melarangnya. Firman Allah :

Artinya : 1). Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4). Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 60. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Q.S. Al Kafirun {109} : 1 – 6 ).

Sikap toleransi antar umat beragama dapat ditunjukkan melalui :
1. Saling menghargai dan menghormati ajaran masing-masing agama
2. Menghormati atau tidak melecehkan simbol-simbol maupun kitab suci masing-masing agama.
3. Tidak mengotori atau merusak tempat ibadah agama oranga lain, serta ikut menjaga ketrtiban dan ketenangan kegiatan keagamaan.

3. Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah
Menurut istilah agama Islam pemerinth disebut ulil amri (yang memiliki kekuasaan atau mengurusi). Menurut ahli tafsir ulil amri adalah orang-orang yang memegang kekuasaan diantara mereka (umat Islam), yang meliputi pemerintah, penguasa, alim ulama dan pemimpin lainnya. 
Islam mengajarkan kepada umatnya, bahwa mentaati pemerintah nilainya sama dengan mentaati Allah dan Rasulnya. Firman Allah :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu…… (Q.S. An Nisa’ {4} : 59).

Ayat tersebut mewajibkan setiap umat Islam wajib patuh kepada pemerintah, patuh pada peraturan perundangan yang telah ditetapkan oleh pemerinatah, selama peraturan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Tetapi jika terdapat peraturan yang tidak sejalan dengan prinsip ajaran agama, umat Islam wajib mengingatkan dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.

Rabu, 19 Oktober 2016

KISAH INSPIRATIF

Jawaban Elegan dari Tukang Bakso

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso". 

Selasa, 18 Oktober 2016

QUANTUM Touch (QT) 71 YES ON ENERGI BEBAGI TIAP DETIK

QUANTUM Touch (QT) 71 YES ON ENERGI BEBAGI TIAP DETIK, adalah suatu penyembuhan dengan sentuhan tangan ringan yang secara ilmiah telah terbukti dan harus Anda lihat sendiri, rasakan sendiri agar Anda bisa percaya pada keampuhannya. Hanya dengan menggunakan sentuhan ringan yang diberikan pada diri Anda sendiri atau pada orang lain, Anda bisa mempercepat respons kesembuhan dari tubuh.

Efeknya akan terasa secara langsung dan begitu luar biasa. Anda bahkan bisa melihat sendiri tulang-tulang yang ada dalam tubuh secara spontan bergeser untuk kembali ke tempatnya semula hanya dengan sentuhan ringan. Karena tubuh sendirilah yang akan menentukan ke mana tulang-tulang itu akan mengambil posisinya, maka Anda tidak perlu khawatir apakah sentuhan yang Anda lakukan sudah benar atau tidak.

Selain mengatasi posisi tulang yang tidak tepat, QT juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan dengan cepat, dan pada saat yang sama semua organ, sistem dan kelenjar dalam tubuh Anda akan diseimbangkan. bahwa hal ini bisa dimungkinkan karena kemampuan untuk menyembuhkan adalah bagian dari kemampuan alami semua orang yang diberikan oleh Allah.

Sama seperti mobil yang baru keluar dari pabrik sudah dilengkapi dengan setir, pintu dan jendela, demikian juga kemampuan untuk menyembuhkan orang lain juga merupakan kemampuan yang telah dianugerahkan Allah secara langsung kepada kita semua. Dan sudah seharusnya kita bersyukur pada Allah bahwa tubuh kita diberikan kecerdasan yang dahsyat untuk mengobati diri kita sendiri dan orang lain.

QUANTUM Touch (QT) 71 YES ON ENERGI BEBAGI TIAP DETIK juga cocok untuk digabungkan dengan keahlian penyembuhan lainnya. Apakah Anda seorang pemula, praktisi kiropraktik profesional, ahli terapi fisik, pelatih fitness, penyembuh atau profesional kesehatan lainnya, QT akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan dimensi kekuatan didalam kegiatan Anda yang selama ini mungkin Anda anggap tidak mungkn didapatkan.

QUANTUM Touch (QT) 71 YES ON ENERGI BEBAGI TIAP DETIK telah dites dilaboratorium klinik di rumah sakit dan ruang operasi. Teknik  ini juga sangat ampuh dan telah mendapatkan sambutan yang hangat dan positif dari banyak dokter, praktisi akupuntur dan kiropraktik.

Karena sebenarnya tubuh kita mempunyai kecerdasan untuk bagaimana menyembuhkan dirinya sendiri, maka praktisi QT hanya tinggal memberikan energinya kepada bagian-bagian tubuh yang hendak disembuhkan.

QT juga bisa sangat membantu ketika diterapkan dalam berbagai situasi, seperti membantu dalam menyeimbangkan tekanan emosional masa lalu dan masa sekarang (stress) , atau bahkan untuk menyembuhkan binatang piaraan kesayangan Anda. Setelah Anda belajar QT, Anda tidak akan pernah lupa bagaimana melakukannya.Prosesnya mirip seperti belajar menaiki sepeda.

Ketika pertama kali bisa menaiki sepeda, apa yang pada awalnya dirasakan sebagai keajaiban akan lama kelamaan dirasakan sebagai sesuatu yang alami dan wajar. Anda pertama kali akan merasakan takjub dan tak terlupakan atas hasil yang bisa didapatkan dari QT.

Selain itu Anda akan merasakan sukacita dan kepuasan yang sangat besar setelah Anda mengetahui bahwa Anda bisa membantu orang lain di dalam proses kesembuhan mereka. Ini semua disebabkan hanya dengan mengerahkan kemampuan cinta kasih dalam batin kita, sehingga kita bisa mengaktifkan proses penyembuhan dalam tubuh kita sendiri secara dinamis dan aktif.

Segala sesuatu dalam tubuh kita mulai dari DNA sampai tulang, semua sel dan sistem bisa merespons dengan langsung pada vibrasi penyembuhan dari cinta kasih Anda

Otak Kanan Vs Otak Kiri

Otak kita dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua struktur ini sangat kompleks, akan tapi teori modern mengatakan bahwa masing-masing bagian ini berperan untuk berbagai macam jenis pemikiran. Sangat sulit untuk memisahkan kedua struktur otak ini, akan tetapi percobaan telah menunjukkan bahwa satu sisi bagian otak memiliki jenis pemikiran tertentu yang lebih banyak dari pemikiran sisi bagian otak yang lain. Hal juga menunjukkan bahwa masing-masing dari kita lebih menyukai satu mode pemikiran daripada yang lain.
Otak kiri vs Otak Kanan Percobaan telah menunjukkan bahwa kedua sisi otak yang berbeda berperan untuk perilaku berpikir yang berbeda pula : Otak Kiri : Mengontrol tubuh bagian Kiri Ketrampilan angka-angka Matematika/ketrampilan ilmiah Menganalisa Obyektifitas Menulis Berbicara Logika Pertimbangan Otak kanan : Mengontrol tubuh bagian kanan Bentuk 3 dimensi Musik dan selera seni Penyatuan Subyektifitas Imajinasi Intuisi Kreatifitas Emosi Menurut teori ini, otak kanan bertanggung jawab secara acak, intuitif, holistik, menyatukan dan pemikiran subyektif. Sementara otak kiri berperan untuk berfikir logika, skuensial, rasional, analitis, dan obyektif. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berfikir ini. Jadi seseorang mungkin lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan yang lain mungkin lebih cenderung ke otak kanan –  didasarkan pada bagaimana mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk memecahkan masalah. menggunakan Otak Kanan Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreativitas untuk memecahkan suatu masalah. Mereka lebih banyak mengandalkan intuisi dan lebih cepat menangkap gambaran keseluruhan situasi. Pada intinya, orang yang banyak menggunakan otak kanan tidak detail oriented. Menggunakan otak Kiri Orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri lebih memilih alasan untuk segala sesuatu yang lain. Mereka menggunakan logika rasional untuk mengidentifikasi penyebab masalah, dan kemudian berpikir tentang bagaimana cara mengatasinya. Pada intinya, orang yang berfikir menggunakan otak kiri adalah detail-oriented. Lihat juga :  Resiko/efek buruk mendengarkan musik dengan Headset Identifikasi Perbedaan antara fungsi otak kanan dan otak kiri pertama kali dibuat sebagai upaya awal untuk mengidentifikasi penyebab masalah berbicara. Hasil otopsi dari pasien yang mengalami gangguan berbicara yang parah menunjukkan adanya tumor besar di sisi otak kiri. Tumor ini menyebabkan pasien kehilangan kemampuan berfikir secara logis, meskipun tetap memiliki kemampuan untuk berbicara. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan korelasi yang mendalam antara daerah aktivitas otak dan jenis tugas spesifik. Daerah penelitian sudah cukup berkembang, karena melakukan langkah rehabilitasi dan pengobatan cedera otak menjadi lebih penting. Seimbang Kebanyakan individu memiliki preferensi yang berbeda untuk salah satu gaya berpikir ini. Namun walau bagaimanapun, adalah lebih utuh jika sama-sama mahir berfikir menggunakan kedua cara berfikir tersebut. Kurikulum : Agar lebih utuh dalam menggunakan otak pada orientasi individu, pendidikan harus memberikan bobot yang sama dengan mengajarkan seni, kreativitas, dan keterampilan imajinasi. Instruksi : Untuk menumbuhkan lebih banyak pengalaman skolastik pada kedua sisi otak, pendidik harus menggunakan teknik instruksi yang terkait dengan preferensi kedua sisi otak. Kelas di sekolah bisa meningkatkan kegiatan belajar otak kanan dengan mengikutkan lebih banyak pola, metafora, analogi, bermain peran, visual dan gerakan membaca, perhitungan, dan kegiatan analitis. Penilaian : Untuk evaluasi yang lebih akurat,  pendidik harus mengembangkan bentuk-bentuk penilaian baru yang mengembangkan bakat dan keterampilan dengan menggunakan rotak kanan.


Senin, 17 Oktober 2016

SEDEKAH : SETIAP DETIK BERKAH

Bicara soal sedekah, semua orang Islam pun tentu tahu bahwa sedekah itu dapat membuat kehidupan pelakuknya menjadi penuh keuntungan. Yang perlu digarisbawahi oleh kita semua adalah keuntungan sedekah tidak dapat dihitung dengan rumus matematika konvensional. Yusuf Mansur mempopulerkan istilah matematika sedekah. Mengacu kepada ajaran Islam bahwa sedekah satu akan dilipatkan menjadi sepuluh, Yusuf Mansur kemudian membuat rumus demikian: sepuluh ribu dikurangi seribu untuk sedekah, hasilnya adalah sembilan belas ribu. Jika dikurangi dua ribu untuk sedekah, hasilnya menjadi dua puluh delapan ribu.
Itulah rumus matematika sedekah, yang merupakan perasan dari sejumlah keterangan dalam Alquran dan hadis. Allah sendiri berulang kali menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Dalam pandangan awam, harta memang berkurang ketika dipakai untuk sedekah. Tetapi, dalam kaca mata iman tidaklah demikian.

Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamunafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah : 272].
Perhatikan, ayat di atas menggarisbawahi “harta yang baik” dan “di jalan Allah”. Karena, sangat boleh jadi orang melakukan sedekah tetapi dengan harta yang tidak baik. Misalnya, membangun masjid dari praktik korupsi, mendirikan pesantren dari hasil pelacuran, membantu panti asuhan dari bisnis narkoba, dan seterusnya. Tidak sedikit pula orang yang mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk menyukseskan perbuatan atau kegiatan yang tidak baik. Lihatlah para konglomerat yang rela merogoh kocek miliaran rupiah untuk menyelenggarakan pagelaran Miss World, kandidat pemimpin yang mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli suara, tersangka hukum yang memberikan gratifikasi triliunan rupiah untuk menyuap hakim, dan seterusnya.
Harta tidak baik yang digunakan di jalan Allah dan harta baik yang digunakan di jalan setan, keduanya tidak bernilai sedekah di mata Allah. Sedekah harus memenuhi dua kriteria, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, yaituharta baik yang disalurkan di jalan Allah. Itulah harta yang tidak sia-sia, karena Allah akan memberikan ganti secara berlipatganda. Janji Allah tidak pernah dusta. Kewajiban orang beriman adalah meyakininya dengan segenap hati.
Rasulullah sendiri pernah menginformasikan, “Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya’.” [HR Bukhari dan Muslim].
Mengelola harta memang bukan perkara mudah. Harta kerap mendatangkan keberuntungan, tetapi, jika salah menggunakan, harta justru menghasilkan kebuntungan. Karena itu, Islam memberikan panduan lengkap seputar cara mengelola harta agar kepemilikan harta berujung keberuntungan, bukan kebuntungan. Salah satunya adalah lewat ajaran sedekah. Harta yang disedekahkan, itulah harta yang sebenarnya, karena akan kekal sampai di alam baka. Yang berada di tangan tidak lain akan menjadi hak ahli waris.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bertanya, “Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, tiada seorang pun dari kami,melainkan hartanya adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya (setelah dia mati).” [HR Bukhari dan Muslim].
Hadis di atas, dengan demikian, secara tidak langsung mengingatkan bahwa harta yang ada di tangan kita sebenarnya hanya titipan Allah. Supaya manfaatnya masih dapat dirasakan sampai kita kembali ke akhirat, maka harta itu harus dinafkahkan di jalan kebaikan semasih hidup di dunia. Lebih membahagiakan, balasan Allah bahkan sering tidak harus menunggu di akhirat, tetapi langsung Dia tunaikan ketika kita masih hidup di dunia berupa rezeki yang melimpah.
Rezeki adalah segala pemberian Allah untuk memelihara kehidupan. Dalam hidup, ada dua jenis rezeki yang diberikan Allah kepada manusia, yaitu Rezeki Kasbi (bersifat usaha) dan Rezeki Wahbi (hadiah). Rezeki Kasbi diperoleh lewat usaha dan kerja. Tetapi Rezeki Wahbi datangnya di luar prediksi manusia, kadang malah tidak memerlukan jerihpayah. Karena Rezeki Wahbi merupakan wujud sifat rahim Allah, maka orang yang gemar melakukan sedekah sangat berpeluang mendapatkan rezeki jenis terakhir ini. Indah Allah melukiskan dalam Alquran.
Permisalan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS Al-Baqarah : 261].
Sangat banyak ayat Alquran dan hadis Rasulullah yang mengungkap keuntungan sedekah. Setiap kita berpeluang mendapatkan keuntungan itu sepanjang gemar melakukan sedekah disertai keyakinan mantap terhadap kemurahan Allah.Tidak ada ceritanya kemiskinan karena sedekah. Tidak pula orang membuka pintu permintaan, melainkan Allah membuka untuknya pintu kemiskinan. Sebab itu, jangan lagi berusaha menghitung keuntungan sedekah dengan rumus matematika seperti umumnya kita menotal hasil keuntungan perdagangan atau penjualan barang-barang kita.
Sebelum saya menutup bahasan mengenai keuntungan sedekah, ada satu kisah yang ingin saya sampaikan sebagai penutup artikel ini.
“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang yang harta bendanya sedikit.” (HR. Muslim)
Sedekah terbaik adalah pada saat kamu habis-habisan. Begitulah ujarnya. Namun, habis-habisan bagi dia adalah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya dalam hal apapun. Bangkrut yang dimaksud disini bisa diartikan sedang terkena musibah, usaha yang dibangun hancur lebur, menderita sakit berat, ditipu orang, menghadapi masalah berat dan lain-lain.
Ada sebuah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan salah seorang ikhwan. Sebut saja namanya Timbul. Timbul adalah seorang pengusaha properti yang sukses, pemilik usaha cuci mobil, seorang pewaralaba took retail terkenal, seorang pembicara seminar wirausaha dan seorang motivator.
Mulai tahun 2003 hingga tahun 2005 perkembangan usahanya sangatlah pesat. Bahkan terhitung luar biasa. Hingga pada akhirnya Timbur tergiur untuk ekspansi usahanya menjadi lebih besar dari yang ada saat ini dan memutuskan untuk bekerjasama dengan partner barunya.
Dalam perjalanan bisnisnya, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Mitra kerjanya mengkhianati dan menipu Timbul. Sehingga usahanya yang lain ikut hancur-hancuran. Asset yang dia bangun bertahun-tahun habis, bahkan meninggalkan hutang hingga minus 5 milyar. Timbul harus menanggung beban hutang di bank yang digunakan untuk menambah modal usaha di awal-awal merintis dulu.
Nah, disinilah awal dari kisah keajaiban sedekah yang dia alami. Dalam kondisi bangkrut dan habis-habisan Timbul tetap berpikir positif, tidak menyendiri dan punya semangat untuk bangkit sangat besar.
Timbul lalu mencari referensi cara mengatasi kebangkrutannya dalam kondisi habis-habisan saat itu. Timbul melakukan langkah-langkah seperti ini:
  1. Mohon maaf kepada Allah SWT dan orang tua dengan rendah hati atas semua kesalahan, kelalaian dan kesombongannya saat berada diatas. Bahkan bersimpuh di kaki orang tua pada saat minta maaf pun dilakukannya. Silatiurahmi ke sahabat-sahabat yang dia ingat, khususnya yang pernah disakitinya.
  2. Minta maaf, minta motivasi dan minta saran solusi dari kebangkrutan. Temannya merekomendasikan untuk sedekah brutal, merutinkan shalat dhuha dan tahajjud.
  3. Timbul melakukan aksi gila yaitu sedekah brutal. Menyedekahkan semua asset yang ada kecuali asset yang digunakan untuk bertahan hidup, serta keperluan sehari-hari menafkahi anak istri. Merutinkan shalat dhuha 4 rakaat, 2 rakaat tiap kali salam. Juga merutinkan shalat tahajjud di sepertiga malam yang akhir (dini hari).
Dengan semangat yang luar biasa dan sabar, perlahan Allah SWT mulai mengabulkannya. Hanya dalam waktu tiga tahun Timbul sudah bisa menyelesaikan bebannya. Mulai tahun keempat Timbul sudah mulai surplus dan tahun berikutnya surplus bermilyar-milyar. Itulah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan Timbul.
Belajar dari pengalaman tersebut, Timbul selalu berusaha untuk merutinkan sedekah, shalat dhuha dan shalat tahajjud. Tentunya tidak lupa selalu berdoa. Bagimana? Sungguh luar biasa kisah keajaiban sedekah diatas.
Jangan pernah ragu untuk bersedekah. Dan kita tidak harus bersedekah dalam bentuk uang. Semua yang bisa kita bagi kebahagiaannya dengan orang lain, apalagi kepada yang berhak adalah sedekah.